Perhatian!

Tampilan Terbaik Blog, Gunakan Browser Mozilla Firefox dan yang mendukung script di blog ini

Blog ini Bersumber dari Wikipedia, Blog Lain, Website Lain dan Masih Banyak Lagi

Total My Blog

Website ini di lindungi oleh


Translate

Jumat, 22 Maret 2013

Film Animasi Terbaik Sepanjang Masa


"Spirited Away" film animasi karya sutradara Jepang, Hayao Miyazaki (Gambar: taringa.net)"Spirited Away" film animasi karya sutradara Jepang, Hayao Miyazaki (Gambar: taringa.net)
Setelah menyimak bagian pertama dan kedua dari film animasi terbaik sepanjang masa, kini kami sajikan bagian terakhir yang sekaligus menjadi peringkat sepuluh besar film animasi terbaik sepanjang masa. Apakah film animasi favorit Anda ada di daftar ini? Selamat membaca.
The Little Mermaid (1989)
Sutradara: Ron Clements, John Musker
Pengisi Suara: Rene Auberjonois, Christopher Daniel Barnes, Jodi Benson, Pat Caroll
Ketika bos animasi Disney, Jeffrey Katzenberg membentuk tim yang berisikan penulis sutradara Ron Clements dan John Musker (yang setelahnya akan menulis Aladdin, Hercules, dan The Princess and the Frog) dengan penulis lagu Alan Menken dan Howard Ashman (Beauty and the Beast, Aladdin), ia telah melahirkan fitur terbaru dari studio animasi ternama ini, yang sempat hilang selama dua dekade setelah pendirinya, Walt Disney, tiada. Katzenberg, selama lima tahun ke depan—sebelum ia keluar dari Disney dan membentuk DreamWorks—telah membawa animasi Disney menjadi salah satu film tercerdas dan layak disandingkan dengan film non animasi.
Finding Nemo (2003)
Sutradara: Andrew Stanton
Pengisi suara: Albert Brooks, Ellen DeGeneres, Willem Dafoe, Alexander Gould,
Film animasi yang menceritakan kehidupan laut dengan begitu indah dan mendetail ini layak untuk menjadi salah satu film animasi terbaik sepanjang masa. Anda tentu masih mengingat bagaimana petualangan Marlin dalam mencari anak semata wayangnya, Nemo, yang dibantu dengan seekor ikan biru unik bernama Dory. Pemandangan dunia bawah laut yang ditampilkan dalam film ini sangatlah sempurna hingga Anda mungkin merasakan sendiri bagaimana rasanya berenang bersama penyu ataupun dikejar-kejar oleh hiu pemangsa. Wajar saja jika Anda merasa terkagum-kagum dengan film animasi yang menggunakan fitur CGI ini, karena seluruh staf Pixar harus belajar biologi kelautan sebelum memproduksi film yang satu ini.
The Triplets of Belleville (2003)
Film animasi Prancis ini menyajikan kisah dan gambar animasi yang unik (Gambar: slantmagazine.com)Film animasi Prancis ini menyajikan kisah dan gambar animasi yang unik (Gambar: slantmagazine.com)
Sutradara: Sylvain Chomet
Pengisi suara: Béatrice Bonifassi, Lina Boudreault
Sejak Pixar dan DreamWorks menggunakan animasi CGI, kepopuleran film animasi dua dimensi semakin memudar dan perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Namun tampaknya Sylvain Chomet, sang sutradara, tidak mengindahkan hal ini dan justru membuat film animasi dua dimensi tentang seorang wanita tua yang membesarkan cucu lelakinya untuk bisa menjadi juara di Tour de France. Chomet menghabiskan waktu lima tahun dalam pembuatan film animasi ini, dan membuktikan bahwa animasi dua dimensi pun masih tetap bisa diterima oleh masyarakat.
Up (2009)

Adegan rumah terbang dengan ribuan balon ini tentu akan selalu Anda ingat (Gambar: moviepicturedb.com)Adegan rumah terbang dengan ribuan balon ini tentu akan selalu Anda ingat (Gambar: moviepicturedb.com)
Sutradara: Pete Docter, Bob PetersonPengisi suara: Edward Asner, Christopher Plummer, Jordan Nagai, Bob Peterson
Kisah seorang kakek yang menolak rumahnya digusur untuk dijadikan apartemen super mewah, dan lebih memilih untuk menerbangkan rumahnya dengan ribuan balon mungkin akan terus terngiang-ngiang di benak Anda. Up memang menyajikan kisah yang unik sehingga membuatnya pantas untuk berada di sepuluh besar film animasi terbaik sepanjang masa. Apalagi, mungkin tidak sedikit dari Anda yang tersentuh bahkan menitikkan air mata ketika melihat perjalanan hidup  Carl, dan cintanya pada Ellie, yang terjalin dalam adegan tanpa dialog selama 4,5 menit yang selalu menjadi adegan termanis dan tersedih dari seluruh film animasi yang pernah Anda saksikan. 
South Park: Bigger, Longer & Uncut (1999)
Sutradara: Trey Parker
Pengisi suara: Trey Parker, Matt Stone, Mary Kay Bergman, Isaac Hayes
Mungkin saja ada beberapa orang yang tidak setuju jika film animasi ini dianggap sebagai film terbaik sepanjang masa. Tidak semua orang menyukai film ini karena mengandung unsur sindiran pada tokoh-tokoh seperti Baldwin brothters, Winona Ryder, Conan O’Brien, Bill Gates, Barbra Streisand, bahkan pada Tuhan. Selain itu, Anda yang tidak suka dengan kekasaran yang ditampilkan oleh komik ini juga disarankan untuk tidak menonton film animasi ini.
Spirited Away (2001)
Sutradara: Hayao Miyazaki
Pengisi suara: Rumi Hiiragi, Miyu Irino, Mari Natsuki, Bunta Sugawara
Film animasi Jepang yang berjudul asli Sent to Chihiro no Kamikakushi ini sering disebut sebagai mahakarya sutradara film animasi ternama Jepang, Hayao Miyazaki. Miyazaki dengan Studio Ghibli-nya memang layak disebut sebagai sutradara animasi Jepang terbaik karena telah melahirkan berbagai karya animasi yang menarik, seperti Tonari no Totoro, Mononoke Hime, dan Ponyo. Di film Spirited Away ini, Miyazaki bercerita tentang seorang gadis cilik bernama Chihiro yang masuk ke sebuah dunia ajaib. Orang tua Chihiro berubah menjadi babi setelah tanpa izin memakan makanan di negeri ajaib itu. Chihiro harus berpacu dengan waktu agar orang tuanya tidak dibunuh untuk dikonsumsi. Chihiro, yang namanya diubah menjadi Sen bertemu dengan seorang lelaki misterius bernama Haku, yang kerap membantunya.
Dumbo (1941)
Sutradara: Ben Sharpsteen
Pengisi suara: Edward Brophy, Herman Bing, Margaret Wright, Sterling Holloway
Pada tahun-tahun pertamanya menjadi sutradara film animasi, Walt Disney adalah orang yang paling ambisius di jajaran Hollywood. Setelah membuat Pinocchio  dan Snow White, Dumbo hadir hanya dengan durasi 64 menit saja. Dumbo bercerita tentang seekor gajah kecil bernama Jumbo Jr. yang dengan seenaknya diubah nama menjadi Dumbo karena kupingnya yang besar. Meskipun harus terpisah dari ibunya, Dumbo tetap tegar dan akhirnya dia menyadari bahwa ternyata dia bisa terbang!
The Bugs Bunny/Road Runner Movie (1979)
Sutradara: Chuck Jones, Phil Monroe
Pengisi Suara: Mel Blanc, Arthur Q. Bryan
Di tengah dunia animasi yang didominasi oleh Disney, sekali lagi Warner Bros membuktikan bahwa film animasi seperti The Bugs Bunny—yang terdiri dari 10 fillm animasi pendek mampu menyaingi rajanya film animasi dunia, Walt Disney. Dengan gayanya yang bebas, The Bugs Bunny mampu menghibur banyak orang. Sang pembuat fim sendiri menyatakan bahwa mereka tidak membuat film ini untuk orang dewasa ataupun anak-anak, tetapi untuk mereka sendiri.
Wall.E (2008)

Kisah robot kecil yang satu ini selain mengharukan juga memberikan banyak pelajaran bagi umat manusia (Gambar: entertainmentwallpaper.com)Kisah robot kecil yang satu ini selain mengharukan juga memberikan banyak pelajaran bagi umat manusia (Gambar: entertainmentwallpaper.com)
Sutradara: Andrew StantonPengisi suara: Ben Burtt, Elissa Knight, Jeff Garlin, Fred Willard, John Ratzenberger
Apa yang akan terjadi pada bumi dan umat manusia seratus tahun mendatang? Masihkah manusia hidup di bumi yang semakin tua dan semakin rusak ini? Ternyata, 10 abad lagi manusia sudah tidak meninggali bumi dan bumi dipenuhi oleh sampah. Satu-satunya makhluk yang tertinggal di bumi yang sudah hancur ini adalah sebuah robot bernama Wall.E, yang bertugas untuk membereskan kekacauan yang telah dibuat manusia itu, yaitu membersihkan sampah. Lantas, dimanakah umat manusia berada di zaman itu?
Pinocchio (1940)
Sutradara: Ben Sharpsteen, Hamilton Luske
Pengisi suara: Dickie Jones, Christian Rub, Cliff Edwards, Don Brodie, Frankie Darro, Walter Catlett
Inilah film animasi terbaik sepanjang masa yang menduduki peringkat pertama. Cerita yang didasarkan pada dongeng klasik karya Calo Collodi di tahun 1883 ini dianggap telah menjadi perintis bagi karya-karya animasi berikutnya, seperti Kung Fu Panda, Happy Feet, Tangled, The Little Mermaid, dsb. Pinocchio mengajarkan banyak nilai moral mulai dari tidak boleh membohong hingga sebuah filosofi bahwa seorang anak belum bisa disebut sebagai manusia sebelum ia mampu merasakan kehilangan dan melakukan tindakan terpuji secara spontan.

Film animasi "The Yellow Submarine" yang diperankan oleh The BeatlesFilm animasi "The Yellow Submarine" yang diperankan oleh The Beatles
Film animasi seringkali dianggap sebagai film untuk anak-anak. Padahal orang dewasa sekalipun dapat menikmati film animasi, bahkan tidak sedikit juga film animasi yang dibuat khusus untuk konsumen orang dewasa. Namun kita tidak perlu berdebat tentang objek film animasi, karena tidak sedikit animasi yang bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. Ya, film animasi memang spesial, karena mampu menyajikan suatu dimensi yang berbeda, yang tidak bisa didapatkan dari film yang diperankan oleh manusia.Nah, apa sajakah film animasi terbaik yang pernah diproduksi? Berikut 25 film animasi terbaik menurut versi TIME.
Lady and the Tramp (1955)
Sutradara: Clyde Geronimi, Wilfred Jackson, Hamilton Luske
Pengisi suara: Barbara Luddy, Larry Roberts, Peggy Lee
Film animasi ke-15 karya Disney ini mengisahkan petualangan seekor anjing dari keluarga kelas atas bernama Lady dan seekor anjing kampung tak memiliki rumah yang dipanggil, Tramp. Lady dipelihara oleh sepasang suami istri Dear, Jim dan Darling, yang baru saja memiliki seorang bayi. Suatu hari, suami istri Dear pergi berlibur berdua dan meninggalkan rumah mereka—berikut Lady dan sang bayi—dalam pengawasan sang bibi, Sarah. Ternyata Bibi Sarah tidak menyukai anjing dan membuang Lady ke toko hewan peliharaan. Lady berusaha kabur dari sana dan memulai petualangan serunya, dibantu oleh si anjing gelandangan, Tramp.
 Fantastic Mr. Fox (2009)
Sutradara: Wes Anderson
Pengisi suara: George Clooney, Meryl Streep, Bill Murray, Jason Schwartzman
Film animasi yang menggunakan teknik stop-motion menuntut ketelitian dan kesabaran tinggi, karena harus membuat boneka-boneka, menempatkan mereka dalam panggung miniatur, lalu menggerakkannya dari satu frame ke frame lainnya—puluhan hingga ribuan kali dalam satu waktu. Namun sang sutradara Wes Anderson tampaknya berpendapat bahwa film yang berasal dari cerita anak klasik karya Roald Dahl ini harus dibuat dalam bentuk seperti ini. Fantastic Mr. Fox berkisah tentang Mr. Fox yang selalu mencuri makanan dari petani-petani kaya tapi jahat untuk menghidupi keluarganya. Hingga pada suatu hari, petani-petani ini sangat marah dan berusaha untuk menangkap Mr. Fox dan keluarga mereka lalu menghabisinya.
Yellow Submarine (1968)
Sutradara: George Dunning
Pengisi suara: The Beatles, Paul Angelis, John Clive, Dick Emery, Geoff Hughes, Lance Percival
Ya, “Yellow Submarine” memang lagu karya band kawakan Inggris, The Beatles, yang mungkin sudah akrab di telinga Anda. Tapi ini juga judul film animasi yang turut diperankan oleh The Beatles. “The Yellow Submarine” tampil dengan gaya yang unik dan berbeda dari film animasi yang ada saat itu, dan membuktikan bahwa masih banyak opsi—bukan hanya Disney saja—untuk membuat sebuah film animasi yang berkualitas.
Dr. Seuss’ Horton Hears a Who! (2008)
Sutradara: Jimmy Hayward, Steve Martino
Pengisi suara: Jim Carrey, Steve Carell, Carol Burnett
Lagi-lagi cerita anak klasik yang diangkat menjadi film animasi. Film animasi yang berangkat dari karya Dr. Seuss ini bercerita tentang seekor gajah bernama Horton yang tinggal di Hutan Nool. Horton menemukan sebuah bunga semanggi dan mendengar suara dari dalam sana. Horton tidak berimajinasi, karena di dalam bunga itu memang terdapat sebuah dunia yang lain. Dunia yang sangat sangat kecil dan dihuni oleh makhluk hidup yang tinggal di desa bernama Who. Tentu saja tidak ada yang percaya pada apa yang didengar Horton. Hal yang sama pun terjadi pada salah satu penduduk Desa Who yang mendengar sebuah suara dari makhluk raksasa yang tidak dapat dilihatnya.
Kung Fu Panda (2008)
Sutradara: Mark Osborne, John Stevenson
Pengisi suara: Jack Black, Angelina Jolie, Dustin Hoffman, Jackie Chan, Lucy Liu
Seekor panda bisa menjadi jago Kung Fu? Kenapa tidak. Setidaknya itulah yang diimpikan oleh Po, seekor panda yang bermimpi untuk bisa menjadi jagoan Kung Fu, bahkan sanggup mengalahkan Furious Five, lima jagoan Kung Fu legendaris yang pernah ada. Namun kenyataannya, Po hanyalah seekor panda yang bekerja di warung mi milik ayahnya—yang seekor angsa. Lalu, mampukah Po menjadi legenda Kung Fu dan mengalahkan penjahat nomor wahid yang dikabarkan kabur dari penjara?
Paprika (2006)
Sutradara: Satoshi Kon
Pengisi suara: Megumi Hayashibara, Tōru Emori, Katsunosuke Hori, Tōru Furuya, Akio Ōtsuka
Anime, atau film animasi Jepang telah dikenal sejak tahun 1940-an dan memiliki penonton dari berbagai kalangan mulai anak-anak hingga dewasa. Film animasi yang satu ini tampaknya lebih pantas ditonton oleh orang dewasa, karena kisahnya yang gelap dan suram dan bercerita tentang seorang detektif polisi yang berusaha menemukan tersangka pembunuhan dengan cara menceritakan mimpinya pada seorang wanita bernama Paprika.

Tangled (Gambar: fanpop.com)Tangled (Gambar: fanpop.com)
Tangled (2010)Sutradara: Nathan Greno, Byron Howard
Pengisi suara: Mandy Moore, Zachary Levi, Donna Murphy
Anda tentu sudah kenal dongeng Rapunzel, seorang putri cantik berambut sangat panjang yang dikurung di dalam menara oleh seorang nenek sihir jahat. Namun bagaimana jika penyihir itu berada dalam wujud seorang ibu yang terlihat menyayangi putrinya. Bagaimana juga jika yang menyelamatkan Rapunzel bukanlah seorang pangeran tampan berkuda putih, tapi seorang pencuri?


Toy Story adalah film animasi pertama yang menggunakan fitur CGI, yang kini telah umum digunakan dalam film animasi (Gambar: planetill.com)Toy Story adalah film animasi pertama yang menggunakan fitur CGI, yang kini telah umum digunakan dalam film animasi (Gambar: planetill.com)
Setelah melihat daftar tujuh daftar pertama film animasi terbaik sepanjang masa, berikut delapan film animasi berikutnya yang termasuk dalam daftar 25 film animasi terbaik versi TIME.The Lion King (1994)
Sutradara: Roger Allers, Rob Minkoff
Pengisi suara: Matthew Broderick, Jeremy Irons, James Earl Jones
Karya-karya animasi Disney terdiri dari dua periode besar: karya “klasik” yang dimulai pada tahun 1937 lewat Snow White and the Seven Dwarfs, dan “renaissance” yang dimulai dengan kisah The Little Mermaid di tahun 1989. The Lion King termasuk dalam karya dalam periode “renaissance” yang mendapat sambutan sangat hangat dari banyak pihak. Kisahnya yang mengharukan dipadukan dengan lagu-lagu indah, khas Disney, membuat siapapun yang menontonnya akan merasa terpukau dan masuk ke dalam alur cerita yang menakjubkan.
Akira (1988)
Sutradar: Katsuhiro Ohtomo
Pengisi suara: Nozomu Sasaki, Mami Koyama, Mitsuo Iwata, Tarō Ishida, Mizuho Suzuki
Melalui film Rashomon di tahun 1951, sutradara Akira Kurosawa telah membuktikan bahwa Jepang adalah negara yang patut diperhitungkan oleh para sineas dunia. Di tahun 1988, sutradara Katsuhiro Ohtomo kembali membuktikan pada dunia, bahwa Jepang mampu membuat film animasi berkelas internasional yang akan membuat Barat terpukau. Akira merupakan film animasi termahal di Jepang pada tahun itu, yang juga merupakan film terlaris di tahun yang sama. Film animasi bergenre science fiction ini menyajikan cerita futuristik tentang Jepang di tahun 2019.
Happy Feet (2006)
Sutradara: George Miller, Warren Coleman, Judy Morris
Pengisi suara: Elijah Wood, Brittany Murphy, Hugh Jackman, Robbin Williams, Nicole Kidman
Inilah film animasi non-Pixar terbaru yang memenangkan penghargaan Oscar untuk “Best Animated Feature”. Happy Feet membius penontonnya dengan judul yang bersemangat dan kisah yang seru tentang seekor pinguin bernama Mumble yang terlahir dari suku yang berisikan para penyanyi ternama, tapi justru tidak bisa menyanyi. Ia justru jago menari. Suatu hari, Mumble terpisah dari sukunya dan mengembara bersama gang-nya melawan makhluk asing yang ingin menghancurkan habitat mereka.

Wallace and Gromit: The Curse of the Were-Rabbit (Gambar: bbc.co.uk)Wallace and Gromit: The Curse of the Were-Rabbit (Gambar: bbc.co.uk)
Wallace & Gromit in the Curse of the Were-Rabbit (2005)Sutradara: Steve Box, Nick Park
Pengisi suara: Peter Sallis, Helena Bonham Carter, Ralph Fiennes
The Curse of the Were-Rabbit adalah kisah yang berdasarkan pada karakter film pendek berseri, Wallace dan Gromit yang dibuat oleh Park. Film ini bercerita tetnang seorang penemu eksentrik bernama Wallace dan anjing cerdas dan bisunya, Gromit. Mereka berdua bersatu padu untuk menyelamatkan penduduk sebuah desa yang diserang oleh kelinci mutan, sebelum kompetisi sayur mayur dimulai. Mampukah Wallace menghalau kelinci-kelinci itu, dan mendapatkan cinta dari seorang bangsawan cantik bernama Lady Tottington?
The Adventures of Prince Achmed (1926)
Sutradara: Lotte Reiniger
Film animasi ini bisa jadi merupakan salah satu karya animasi tertua dan terhebat sepanjang sejarah. Kisah dari film ini berdasakan pada cerita Seribu Satu Malam dan Lotte Reiniger menggunakan figur fotografi siluet dalam stop-motion dengan menggunakan latar voluptuous (?). Reiniger terinspirasi pada permainan boneka siluet dari Cina ketika menciptakan karya animasi yang terus diingat bahkan hingga hampir satu abad setelahnya ini.
Snow White and the Seven Dwarfs (1937)
Sutradara: David Hand
Pengisi suara: Adriana Caselotti, Lucille La Verne, Harry Stockwell, Pinto Colvig, Roy Atwell.
Kisah klasik tentang seorang putri dan tujuh kurcaci ini menjadi familiar di telinga Anda berkat karya animasi Disney yang satu ini. Ketika film animasi ini dirilis di tahun 1937, ia meraih kesuksesan dan uang yang sangat banyak hingga termasuk ke dalam sepuluh film penghasil uang terbanyak sepanjang masa. Padahal, beberapa tahun sebelum film ini rilis, mereka mempertaruhkan uang sebesar US$ 1,5 juta, yang merupakan jumlah yang sangat besar untuk pembuatan sebuah film animasi ketika itu. Jika film ini gagal di pasaran, mungkin saat ini Anda tidak akan pernah mendengar nama Disney lagi.
Toy Story (1995)
Sutradara: John Lasseter
Pengisi suara: Tom Hanks, Tim Allen, Don Rickles, Jim Varney, Wallace Shawn, dll.
Toy Story adalah film animasi revolusi, karena ini adalah film animasi pertama yang menggunakan animasi komputer. Selain itu, ini juga film spesial bagi Pixar karena ini adalah film animasi pertama dari studio ini. Berkisah tentang mainan-mainan yang hidup, dapat bergerak, dan memiliki perasaan di sebuah kamar milik anak lelaki bernama Andy. Mainan ini dipimpin oleh sesosok bonea koboi bernama Woody, yang merasa khawatir jika ia dan mainan-mainan lainnya akan diganti dengan mainan baru jika Andy berulang tahun. Kemudian sesosok mainan baru dengan tampilan futuristik bernama Buzz Lightyear bergabung bersama mereka. Banyak orang menganggap jika Woody dengan sosoknya yang ketinggalan jaman menggambarkan animasi Disney yang lama, sedangkan Buzz melambangkan animasi yang dikembangkan Pixar yang akan menjadi tonggak baru dunia animasi saat ini.
Toy Story 3 (2010)
Sutradara: Lee Unkrich
Di sekuel keduanya ini, Andy—anak lelaki pemilik mainan-mainan yang mapu bergerak, berbicara, dan memiliki perasaan—telah menjadi seorang remaja yang siap untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Sayangnya, mainan-mainan yang telah bertahun-tahun tak dimainkannya ini tanpa sengaja telah terbuang. Mereka menemukan tempat bernaung di Sunnyside Day Care, tempat mereka menemukan teman baru bernama Lotso. Sayangnya, mereka tidak tahu kalau Lotso menyimpan sebuah agenda tersembunyi. Terpisah cukup jauh dari sekuel keduanya di tahun 1999, Toy Story 3 adalah film Pixar yang paling mengerikan dan mengancam nyawa, tapi juga menyimpan kisah fabel yang paling kuat dari semuanya. Anda dapat menemukan moralitas tentang memiliki dan berbagi, serta tanggung jawab pribadi seseorang pada benda-benda bernilai sosial.

0 komentar:

Danger
Force
Ryder